Museum Modern Baru di Solo : Museum Tahir, Hadirkan Fosil Dinosaurus Asli dari China
Agustus 18, 2026Siapa pecinta dinosaurus yang tidak ingin melewatkan pameran fosil dinosaurus asli pertama di Indonesia?
Aku!
Sehari setelah grand opening Museum Tahir pada Sabtu, 25 Juli 2026, aku turut antusias mengantre pada Minggu siang. Antreannya cukup panjang dan tidak putus-putus, tanda bahwa rasa penasaran masyarakat terhadap museum baru di Solo ini memang cukup besar.
Jadi, mari kita masuk!
Sebelum Masuk Museum Tahir
Untuk memasuki Museum Tahir, pengunjung perlu membeli tiket terlebih dahulu.
Rp50.000 untuk dewasa
Rp30.000 untuk anak-anak/pelajar
Rp100.000 untuk WNA
Loket pembelian tiket tersedia di dua tempat, yaitu dari bagian depan/lobi dan dari bagian belakang yang berada setelah area parkir.
Setelah membeli tiket, kita akan mendapatkan kertas bukti pembayaran sekaligus peta museum. Peta ini menggambarkan lokasi Museum Tahir yang memiliki beberapa area yang bisa dijelajahi.
Kemudian, saat akan memasuki passenger gate, tiket akan diperiksa oleh petugas. Setelah itu, punggung tangan kita akan mendapatkan satu stempel kecil sebagai tanda masuk.
Dan setelah semua selesai...
Selamat datang di Museum Tahir!
Lantai Dasar: Jangan Langsung Naik!
Begitu masuk, kita akan langsung disambut dengan eskalator menuju lantai berikutnya.
Tapi, tunggu dulu.
Sebelum naik ke lantai 1, marilah menyusuri lantai dasar terlebih dahulu. Di sini terdapat beberapa spot yang menarik, dan beberapa di antaranya digunakan sebagai wadah pameran atau pagelaran karya.
Saat grand opening, misalnya, UNS berkolaborasi untuk memperkenalkan sepeda listrik yang dikembangkan oleh mahasiswa Teknik.
Pengunjung juga diberikan kesempatan untuk bertanya langsung kepada petugas mengenai sepeda tersebut, bahkan dipersilakan untuk mencobanya.
Menurutku, bagian ini menarik karena museum tidak hanya menjadi tempat untuk melihat koleksi yang sudah jadi, tetapi juga bisa menjadi ruang untuk memperkenalkan karya dan inovasi baru.
Oh iya, bagi yang datang bersama anak-anak, di lantai dasar juga tersedia area bermain anak.
Setelah cukup berkeliling di lantai dasar, sekarang waktunya naik.
Memasuki Lantai 1: Disambut Dino!
Eskalator bergerak santai.
Nyalakan kamera.
Dan kita akan disambut oleh...
Dino!
Beberapa jenis animatronik dinosaurus berukuran besar tersaji di tengah ruangan, berdampingan dengan tiga fosil asli Omeisaurus dari China yang dipamerkan di Museum Tahir.
Fosil-fosil ini hanya akan stay di museum selama sekitar enam bulan, sehingga keberadaannya menjadi salah satu daya tarik utama Museum Tahir saat ini.
Silakan berfoto di depan fosil dan animatronik tersebut, tetapi jangan sampai menyentuh koleksi atau bagian lain yang memang tidak diperbolehkan untuk disentuh.
Fosil Asli, Replika, dan Hewan Purba
Selain fosil asli, terdapat pula fosil buatan atau replika yang dipamerkan di area ini. Perbedaannya cukup terlihat dari warna rangka tulangnya yang tampak lebih terang dibandingkan dengan fosil asli.
Dan ternyata, bukan hanya dinosaurus yang bisa kita temui.
Ada pula beberapa hewan purba berukuran besar yang ditampilkan dalam bentuk replika, seperti mammoth, macan, dan komodo.
Rasanya seperti sedang berjalan-jalan di sebuah ruang yang membawa kita jauh ke masa lalu.
Tapi perjalanan belum selesai.
Dari hewan-hewan purba, kita akan berpindah ke tempat yang jauh lebih luas lagi.
Luar angkasa.
Dari Masa Lalu Menuju Ruang Angkasa
Beralih ke ruangan sebelah, kita akan meninggalkan dunia dinosaurus dan mulai menjelajahi ruang angkasa.
Selamat bertemu dengan inti bumi, matahari, planet-planet di tata surya, meteor, pesawat ulang-alik, hingga sebuah lorong waktu.
Di sini juga terdapat robot yang bisa berinteraksi dengan pengunjung. Sayangnya, saat aku datang, mereka sedang dalam mode istirahat.
Mungkin robot juga butuh me time. 😆
Setelah menjelajahi ruang antariksa, perjalanan kita belum berakhir.
Maju sedikit dari ruangan tersebut, kita akan menemukan area merchandise yang bisa menjadi pilihan oleh-oleh sebelum pulang dari Museum Tahir.
Dan jangan dilewatkan, karena di area ini juga tersedia VR experience.
Bagi bapak-bapak yang mungkin sudah mulai lelah berkeliling dan harus menunggu ibu serta anak-anak puas memilih oleh-oleh, jangan khawatir. Tersedia tempat duduk di samping area merchandise.
Di sini juga terdapat area bermain anak, sama seperti yang ada di lantai dasar.
Tapi ternyata...
masih ada bagian lain dari Museum Tahir yang belum kita jelajahi.
Dari area fosil menuju lantai bawah dengan menuruni anak tangga di sebelah depan, kita akan disajikan dengan pemandangan berbagai karya seni rupa dua dan tiga dimensi, hingga seni kriya, ukir, dan terapan dari karya Mahasiswa ISI Surakarta.
Tips sebelum berkunjung ke Museum Tahir
Kalau kamu berencana datang, beberapa hal ini mungkin bisa membantu:
- Datang lebih pagi jika ingin menghindari antrean panjang.
- Luangkan waktu yang cukup karena ada beberapa area yang bisa dijelajahi.
- Jangan lupa membawa kamera karena ada cukup banyak spot foto.
- Perhatikan aturan selama berada di area fosil dan koleksi museum.
- Kalau datang bersama anak-anak, manfaatkan area bermain yang tersedia.
- Siapkan waktu tambahan kalau ingin mencoba VR atau melihat-lihat merchandise.
Apakah Museum Tahir Solo layak dikunjungi?
Menurutku, iya ; terutama kalau kamu sedang mencari pengalaman wisata yang berbeda di Solo.
Museum Tahir terasa cukup ramah untuk dikunjungi bersama keluarga karena ada beberapa area yang memang menarik untuk anak-anak. Pecinta dinosaurus juga punya alasan kuat untuk datang karena adanya fosil Omeisaurus yang dipamerkan secara terbatas.
Sementara bagi orang dewasa, ruang antariksa, karya mahasiswa, merchandise, cukup memberikan variasi selama berkeliling. Banyak informasi yang tersaji pada setiap objek koleksi, namun menurutku sendiri museum ini masih kurang interaktif.
Kalau kamu datang saat akhir pekan, satu hal yang perlu disiapkan adalah kemungkinan antrean yang cukup panjang. Aku sendiri datang sehari setelah grand opening, tepatnya Minggu siang, dan antrean masih cukup panjang serta tidak putus-putus.
Namun, setelah berhasil masuk dan mulai menyusuri ruang demi ruang, rasa penasaran itu cukup terbayarkan.
Ada pengalaman baru, cerita baru, dan satu lagi tempat di Solo yang bisa diambil kesimpulan ;
ternyata kota ini masih punya banyak hal untuk dijelajahi.
Sampai jumpa di perjalanan berikutnya. 🌿
0 comments