Berniat untuk cafe hopping di daerah Pasar Gede, justru di hari menjelang siang yang lumayan terik, aku mendengar suara tabuhan khas pengiring barongsai. Tadi saat pertama masuk ke kafe ini, aku melihat segerombolan orang membawa kamera digital dan analog, katanya sedang menantikan grebek.
Grebek apa ini?
Ternyata besok adalah perayaan tahun baru imlek, maka dari itu di Pasar Gede, yakni daerah pecinan, menggelar grebek sudiro. Saat di perjalanan menuju kafe ini tadi, aku melihat mobil-mobil pembawa pembatas jalan sedang beroperasi di sebelah timur Pasar Gede.
Untuk pertama kalinya, aku keluar mengikuti suara tabuhan pengiring barongsai dan mengintip persiapan karnaval di sepanjang jalan Pasar Gede. Telah banyak kelompok yang berjajar menunggu acara dimulai dengan memakai kostum dan berhias sesuai konsep masing-masing.
Sejak jam 12 siang hingga hampir jam 3 sore, karnaval tersebut belum juga mulai berjalan. Aku yang penasaran dengan pertunjukan barongsai, memilih mundur dan melanjutkan ke kafe berikutnya, karena langit mulai gelap.
"Nanti hujan angin," kata seorang bapak-bapak, "panasnya pol," imbuhnya. Dan benar saja, ketika sudah jam 4 sore, dan mungkin festival di Pasar Gede sudah mulai berjalan menuju rute yang telah ditentukan, hujan turun begitu deras disertai angin kencang.



































