Tempat Healing Syahdu Ledoksambi : Menepi Sejenak dari Hiruk Pikuk Kota
Desember 29, 2025Mendadak liburan!
Tidak ada rencana di kepalaku bahwa akhir tahun kali ini bisa pergi main sejenak, merebahkan pikiran ke alam dan sebagainya.
Jangankan pergi jauh, sudah setengah tahun aku tidak ke pantai (huhuhu).
Oke, mari kita mulai!
Sudah pernah kesini belum? Di Jl. Kaliurang, daerah Sleman Yogyakarta, ada edupark yang syahdu untuk menikmati waktu istirahat sejenak. Ini adalah wisata alam yang selain bermain air, kita juga bisa melakukan banyak hal.
LOKASI PARKIR
Area parkirnya cukup luas dan berada di kawasan perkampungan warga, dengan tarif standar. Rasanya aman dan tertata.
Tipsnya, harus datang lebih awal/pagi di musim liburan atau weekend, supaya tidak mendapat parkiran yang jauh dari pintu masuk. Jaga-jaga : jangan bawa barang bawaan terlalu banyak.
Ada banyak wahana yang bisa kita nikmati disini. Sebelumnya, siapkan dulu fisik dan mood yang bagus untuk memulai petualangan seru kali ini ya!
LOKET MASUK
Hanya dengan membayar secara sukarela, kita bisa masuk menikmati alam yang hijau disertai gemericik aliran air yang sangat panjang.
Setelah bertemu pintu masuk, kita akan disambut dengan pos pengecekan barang, bahwa semua pengunjung tidak diperkenankan untuk membawa makanan dan minuman dari luar (air putih boleh).
Setelah melewati loket, kita akan menuruni tangga menuju lembah. Anak tangganya tidak terlalu panjang, tapi cukup menguras napas. Kalau ingin cara yang lebih cepat (dan menantang), flying fox bisa jadi pilihan. Hemat energi dengan membayar tiket Rp 25.000 dan selamat.. kamu bisa memulai petualangan ini dengan cara yang lebih unik.
VIBES & STORY
Mata segar, hidung lega, mata berbinar, pikiran jernih, hati bahagia. Itu yang bisa dirasakan saat sudah berada di lembah.
Ledoksambi, ledok adalah bahasa Jawa yang artinya tanah rendah atau cekungan. Itulah mengapa kita perlu menuruni tangga.
Setelah turun, kita harus segera mencari tempat duduk, fyi kalau lagi musim liburan, kita perlu war untuk bisa mendapat tempat duduk di tempat yang teduh. Silakan cari tempat di gazebo yang tersebar atau di rerumputan di bawah pepohonan rindang, senyaman mungkin.
Kemarin, aku perlu menyisir setiap pinggir sungai, mencari tempat yang kosong dan bisa disinggahi keluarga besarku. PR-ku karena aku yang turun pertama hahaha. Tapi akhirnya dapat tempat teduh berkat satu keluarga mungil telah selesai berlibur dan akan pulang. Ada satu tikar di sana, aku bertanya ke pengunjung sebelumnya, apakah tikar dan tempat ini harus sewa? Katanya, langsung duduk atau tempati saja.
Finally, tempat teduh di pinggir sungai ini berhasil menampung kita hingga sore.
Nah, kalau sudah mendapatkan tempat yang kamu suka, silakan mulai menikmati ledoksambi!
Pertama, aku masuk ke air, merasakan seberapa segar air mengalir di aliran penuh batu kali itu. So refreshing! Tapi kalau pas lagi panas banget/siang hari di bawah terik matahari, jangan lupa pakai sunscreen. Kalau perlu bawa : kaca mata hitam, payung trasnparan, topi.
Jangan lupakan paving blok dan bebatuan sungai yang terasa begitu menyengat karena siang hari yang terik.
Kalau nggak mau langusng masuk ke air, bisa duduk-duduk dan rebahan, sambil minum kopi atau makan gorengan hangat, menunggu matahari sedikit lebih turun dan cuaca lebih bersahabat.
Ssstt.. karena pengunjung ramai, mungkin itu menjadi salah satu penyebab warung-warung UMKM di sekitar terasa lama melayani pelanggannya. Untuk bisa menikmati tempe mendoan, kita harus bersabar minimal setengah hingga satu jam mengantrinya. Hehehe.
Oleh karena itu, aku hanya sebentar masuk ke kali, karena berencana ingin berkeliling ke seluruh area ledok dengan skuter. Ada dua pilihan skuter, skuter single dan skuter double.
Untuk skuter single hanya boleh dinaiki satu orang, sedangkan skuter double boleh dinaiki dua orang dengan catatan 1 orang dewasa dan 1 orang anak-anak.
Menyewa skuter dibatasi waktu selama 30 menit. Jangan lupa pakai helm, berkendara hanya diperbolehkan di jalur paving blok, tidak boleh melintasi rerumputan dan jembatan.
Jujurly, karena paving blok tidak rata, jadi selama memakai skuter single rasanya getar sebadan. Tapi tetap seru! Karena menyusuri dari ujung selatan sampai ujung utara.
Meski jalurnya tidak sepenuhnya rata dan membuat badan bergetar, justru di situ letak serunya—seperti diingatkan bahwa aku benar-benar sedang bergerak, bukan hanya lewat. Xixixixi.
Setelah skuteran, Dela mengajak mencicipi kopi ledok. “Kopi Susu Kali”.
Ledoksambi bukan tentang wahana terbanyak atau spot foto tersibuk. Ia tentang berhenti sejenak, menurunkan ritme, dan pulang dengan pikiran yang lebih ringan.
Kadang, healing memang tidak perlu jauh. Cukup turun sedikit—ke lembah, ke alam, ke diri sendiri.
Tidak perlu banyak dispill, supaya kamu bisa menjajah sendiri.
Selamat Berlibur!
WAHANA
- Flying fox - 25.000 (5 Orang naik bareng, gratis 1 tiket) - 2 kali terbang di lintasan (tinggi & rendah)
- Camping - start from 35.000/orang
- Outbound - start from 150.000/orang
- Sewa tempat - start from 25.000/orang
- Paintball
- Gel Gun
- Kayak/Perahu Karet
- Archery/Panahan
- Terapi Ikan
- Skuter
- Crafting/Melukis
FASILITAS
- Mushola banyak dan tersebar
- Toilet banyak dan tersebar
- Cafe (makanan berat)
- Container cafe (minuman, kopi, es krim, makanan ringan)
- Charger gratis
- Parkir luas
- Tempat berteduh/gazebo
- Meja kursi
- Tikar
- Ban
- P3K
- Pelayanan dan petugas banyak
- Rambu dan papan informasi tersebar
- Tempat sampah
LOKASI & JAM OPERASIONAL
- Alamat: Jalan Kaliurang KM 19.2, Pakembinangun, Sleman, Yogyakarta (ledoksambi.com)
- Jam buka: sekitar 09.00–17.00 WIB setiap hari (IDN Times Jogja)
- Aksesnya cukup mudah dari pusat Kota Yogyakarta (~30–45 menit berkendara).
















0 comments